SBY mengatakan, Pilkada di dua daerah itu sangat dinamis dan dapat menjadi pelajaran bagi perjalanan demokrasi di Indonesia.
Tanpa menjelaskan lebih rinci soal pilkada di dua daerah tersebut, SBY berharap proses Pilkada bisa menjadi pelajaran dalam berpolitik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian partai berlambang mercy itu mengusung petahan M Rido Ficcardo di Pilgub Lampung. Ia akan dipasangkan dengan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dengan berkolasi bersama Gerindra, PAN, dan PPP di Pilgub Lampung.
Hinca menceritakan, kejadian berawal saat Syaharie dipanggil partai politik tertentu hingga delapan kali untuk mau berpasangan dengan Kapolda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Safaruddin sebagai wakilnya. Namun, Syaharie menolak lantaran memilih Rizal. Belakangan Safaruddin dicalonkan oleh PDIP di Pilkada Kaltim.
Tak rinci menceritakan hal ini, SBY berjanji akan berdiskusi dengan awak media untuk membahas demokrasi Indonesia ke depan selama beberapa jam. Ia berjanji, akan mencari waktu yang tepat untuk mendiskusikan topik tersebut.
Lebih dari itu, SBY mengajak seluruh partai politik untuk berkompetisi secara adil, sehat, dan ksatria di Pilkada Serentak 2018 yang akan berlangsung di 171 daerah.
"Saya ajak semua parpol (partai politik) saudara kami, mari kompetisi secara sehat ksatria kalau kompetisi fair sehat dan ksatria, kalah menang itu ikhlas suara rakyat akan betul2 diwujudkan dgn siapa yg betul diharapkan rakyat,” katanya.
Dia pun menuturkan, Demokrat sempat diterpa oleh ketidakadilan yang lahir dari sebuah gosip beberapa waktu lalu, terkait salah satu calon kepala daerah yang akan diusung.
Menyikapi hal itu, kata SBY, pihaknya langsung melakukan klarifikasi terhadap aparat penegak hukum.
"Kalau ada tuduhan masalah hukum calon, kami lakukan klarifikasi dengan pihak penegak hukum. Karena biasanya masa begini ada gosip. Termasuk beberapa waktu lalu, Demokrat keluarkan statement (pernyataan) demi fairness, demi keadilan," ujar SBY. (sur)