Juru bicara Partai Koalisi Saan Mustopa mengatakan, dukungan kepada Ridwan-Uu saat ini sudah lengkap. Sebelum bertolak ke KPU, kata Saan, pihaknya akan mengawali dengan salat Hajat di Lapangan Sidolig, Kota Bandung.
"Kemudian dilanjutkan jalan kaki menuju KPU," kata Saan di kantor DPW PKB, Senin (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya di Sabuga dan Bandung Convention Center (BCC). Antara dua tempat itu," ujarnya.
Partai NasDem memiliki lima kursi di DPRD Jawa Barat, sementara PKB tujuh kursi, PPP sembilan kursi, dan Hanura tiga kursi. Koalisi pengusung Ridwan-Uu memiliki 24 kursi, dan itu melebihi dari batas minimal kursi untuk persyaratan pencalonan yang mengharuskan calon diusung minimal 20 kursi.
Pasangan 'Rindu'
Seusai penyerahan surat rekomendasi dari PKB, Emil mengaku lega.
Wali Kota Bandung ini menuturkan, seluruh syarat yang dibutuhkan untuk pencalonan dirinya sebagai calon gubernur sudah lengkap.
"Selesai dukungan empat partai," katanya.
Selain itu, Emil juga menyampaikan bahwa dia dan Uu sepakat menamai pasangan ini dengan nama 'Rindu', singkatan dari Ridwan-Uu.
"Selanjutnya kami mohon doa dan dukungannya," jelasnya.
"Saya ditelepon oleh sekjen PDIP, bahwa PDIP punya pertimbangan sendiri. PDIP mengusung sendiri kadernya. Sementara koalisi sudah mufakat dengan pasangan Emil-Uu," kata Ridwan.
PDIP sempat menyebut akan meminang Emil sebagai calon gubernur Jawa Barat. Namun partai koalisi yakni Nasdem, PKB, PPP dan Hanura sudah sepakat untuk mengusung dirinya dan Uu.
Emil mengatakan, dirinya dan Uu merupakan pasangan yang saling melengkapi.
"Kang Uu fokus pada program desa yang menjadi pengalamannya bersinergi dengan saya yang banyak di perkotaan. Kombinasi kota-desa yang real, karena dua-duanya kepala daerah. Bisa melengkapi untuk diyakini oleh pemilih," ujarnya.
Sementara Uu mengatakan dirinya tidak hanya fokus di satu daerah saja. "Semua wilayah akan saya prioritaskan untuk saya datangi bersama Kang Emil. Tidak ada daerah yang diprioritaskan atau ditinggalkan, semua akan kami datangi," kata Bupati Tasikmalaya itu.
Menurut Emil, sejauh ini relawannya sudah bekerja di daerah masing-masing untuk menggalang suara.
"Ini untuk memastikan supaya kita tidak kehilangan waktu," katanya.