Di antaranya, Wakil Sekjen PDIP Bidang Program Pemerintahan Ahmad Basarah, ada Bupati Ponorogo yang merupakan kader Partai Gerindra Ipong Muchlissoni.
"Ada Pak Basarah, ada Pak Ipong Muchlissoni, ada berbagai nama, masih digodok semua," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Jazilul Fawaid, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azwar Anas merupakan kader PDIP. Karena itu, lanjut Jazilul, partai yang menggodok kandidat pendamping Gu Ipul adalah pihak 'Banteng'.
Dia mengakui, PKB pada dasarnya ingin mencalonkan sosok perempuan untuk mendampingi Gus Ipul. Sayangnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah menyatakan penolakannya.
Terpisah, Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian Hendrawan Supratikno mengaku, pihaknya masih membahas nama pengganti Azwar Anas. Informasi tentang peta Pilkada Jatim sudah diserahkan kepada Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.
Ia mengaku, ada wacana mengakomodasi nama yang ditawarkan Gerindra sebagai pendamping Gus Ipul. Namun, Hendrawan mengaku bahwa PDIP masih berkomitmen untuk berkoalisi dengan PKB di Pilgub Jawa Timur.
"Kalau dalam politik, jadi suara yang mendistorsi, kemudian suara yang menciptakan opini lain, itu biasa saja," ucap dia.
Di sisi lain, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, partainya masih dalam proses finalisasi nama calon yang diusung. Nama yang sudah saat ini sudah disebut adalah Bupati Bojonegoro Suyoto.
"Jatim masih finalisasi tapi kemungkinan kita mengajukan Kang Yoto ya untuk Gus Ipul. Tetapi diterima atau kalau tidak, kemungkinan bikin poros baru ada," kata Mardani.