Nur Afni mengaku menghadiri pelatihan program kewirausahaan dari Dinas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) DKI itu di semua kecamatan di wilayah administrasi Jakarta Barat, kecuali Kecamatan Tamansari saat masa reses beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Afni pun menilai hasil dari pelatihan OK OCE kurang efektif menciptakan lapangan kerja karena Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) masih sulit mengeluarkan surat keterangan usaha bagi para pengusaha kecil menengah.
"Akhirnya, itu pelatihan memalukan. Kalau kata saya, masih bagus anggota dewan reses daripada pelatihan," ujar anggota dewan dari fraksi Demokrat itu.
Tak hanya itu, agar tak sekadar mengkritik, Afni membandingkan pelatihan OK OCE dengan pelatihan kewirausahaan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Perindustrian dan Energi (Dinas PE). Menurutnya pelatihan dari dinas tersebut lebih teknis dan komprehensif.
"Saya bingung, [OK OCE] ini pelatihan paling aneh yang pernah saya datangi. Kalau [pelatihan] Dinas Tenaga Kerja saya pernah datang, di sana melatih solder, merakit membenarkan HP, menjahit. Masuk akal," kata Afni.
Ia melanjutkan, "[OK OCE] Ini pelatihan cuap-cuap, Pak. Saya kontrol betul di Jakarta Barat."
Lokasi dan Pelatihan
Berkaca pengamatannya pada masa reses tersebut, Afni pun menyarankan agar alih-alih menganggarkan dana untuk pelatihan, Dinas UMKM bisa mengembangkan lokasi binaan (lokbin) maupun lokasi sementara (loksem). Di satu sisi, Disnaker dan Dinas PE fokus memberi pelatihan.
Untuk diketahui, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2018, alokasi kegiatan pembinaan dan pendampingan kewirausahaan tingkat kecamatan sebesar Rp38 miliar.
Di tempat yang sama, menanggapi Afni, Kepala Dinas UMKM Irwandi menerima pernyataan anggota DPRD tersebut. Ia mengaku bahwa pelatihan OK OCE oleh dinasnya lebih pada paparan.
"Pelatihan itu, kalau enggak cuap-cuap, dia mau ngapain? Kan gini, pelatihan teknis ada di Dinas PE, Disnaker. Kalau dinas kita, cuap-cuap," kata Irwandi.
Paparan itu, lanjutnya, termasuk memberikan motivasi agar orang bisa bersemangat membangun dan menjalankan usaha. (kid/djm)