PPP berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk mengusung pasangan tersebut di Pilgub Sumut.
Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis mengatakan, PPP tidak mempermasalahkan siapapun yang akan diusung menjadi cagub/cawagub Sumut selama beragama Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini menurutnya sudah disampaian langsung pada DPP PPP. Namun PPP pusat bergeming dan tetap mengusung Djarot-Sihar bersama PDIP.
Djaro Saiful Hidayat-Sihar Sitorus saat diumumkan sebagai cagub/cawagub Sumut oleh PDIP. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
"Sampai tadi malam kita masih berada di DPP untuk mempertanyakan keputusan DPP terkait Pilgub Sumut," kata Yulizar.
Beredar kabar, setelah penolakan ini, DPP PPP kemudian mengambil keputusan menonaktifkan Yulizar. Namun hal ini belum terkonfirmasi. Kehadiran Yulizar dengan statusnya sebagai Ketua DPW diperlukan saat mengantarkan Cagub dan Cawagub di KPU Sumut.
Pasangan Djarot-Sihar direncanakan datang ke KPU siang ini. Namun hingga saat ini, belum hadir di KPU. Yang nampak justru pasangan cagub dan cawagub JR Saragih-Ance Selian yang diusung Partai Demokrat bersama PKB dan PKPI.
Sejauh ini, baru satu Paslon yang diterima pendaftarannya oleh KPU Sumut yakni pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. Pasangan berjuluk Eramas ini diusung oleh enam parpol yakni Golkar, Gerindra, Hanura, PKS, PAN dan Nasdem. Koalisi enam parpol ini menguasai 60 kursi DPRD Sumut. (zul/sur)
Djaro Saiful Hidayat-Sihar Sitorus saat diumumkan sebagai cagub/cawagub Sumut oleh PDIP. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)