"Kami mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Ibu Megawati karena telah mendengar aspirasi kami yang masih menginginkan Bu Risma tetap di Surabaya. Keputusan itu (tidak merekomendasikan Risma) sudah sesuai dengan tuntutan kami selama ini," kata koordinator aksi sekaligus Ketua Forum Relawan Saya Surabaya Imam Budi Utomo, di Balai Kota Surabaya, Rabu (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulanya, mereka berkumpul di Taman Bungkul, untuk kemudian bersama-sama berangkat ke Balai Kota Surabaya dengan kawalan ketat dari pihak kepolisian. Tiba di Balai Kota, tepatnya di sisi timur pintu masuk Balai Kota, mereka menyampaikan orasi satu persatu.
Menurut Imam, Risma mestinya menuntaskan dulu dua periode kepemimpinannya di Surabaya. Sebab, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
"Selama ini Bu Risma sudah menata banyak hal di Surabaya. Kami khawatir apabila ditinggal sekarang, tidak bisa diteruskan oleh penggantinya," aku dia.
Mereka pun berencana mencopot semua atribut dukungan majunya Wali Kota Surabaya Risma di Pilgub Jatim. Secara simbolis, mereka merobohkan karangan bunga yang tersebar di sekitar Balai Kota Surabaya.
Pada kesempatan yang sama, M. Fikser mengungkapkan bahwa Risma tidak bisa menemui massa aksi karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan.
(dik/arh)