Dia juga mengungkap alasan tentang motifnya membongkar permintaan uang dari Prabowo itu ke publik. Menurutnya, dia hanya ingin mengungkapkan kebenaran.
"Bukan mahar, tapi uang saksi Rp40 miliar," kata La Nyalla dalam pesan singkatnya kepada CNN Indonesia.com, Jumat (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rugi kalau saya cari popularitas. Kasihan kader partai yang sudah bekerja," kata La Nyalla.
La Nyalla menegaskan dia tidak pernah takut untuk menyatakan kebenaran, termasuk fakta tentang permintaan uang oleh Prabowo tersebut.
"Takut apa memangnya, kalau saya salah baru takut," kata La Nyalla.
Partai Gerindra telah merespons tudingan La Nyalla Mahmud Mattalitti tentang permintaan uang Rp40 miliar oleh Prabowo Subianto untuk pemilihan gubernur Jawa Timur.
Melalui akun Twitternya, @Gerindra, membantah pernyataan La Nyalla.
Lewat akun Twitter tersebut, Gerindra juga menyebut nama tokoh-tokoh yang pernah diusungnya dalam Pilkada seperti Jokowi-Ahok diusung Gerindra bersama PDIP di Pilkada DKI Jakarta 2012.
Kemudian pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Gerindra bersama Partai Keadilan Sejahtera tahun 2017 di Jakarta.
Admin akun Twitter Gerindra juga menyatakan, ada beberapa kader Gerindra yang batal dicalonkan seperti Ferry Juliantono di Pilgub Jateng, namun bisa menerima keputusan tersebut.
Berkaitan dengan, La Nyalla di Jatim, Gerindra menegaskan sudah memberikan kesempatan pada mantan Ketua Umum PSSI itu untuk membangun koalisi dan mencari wakil. Namun La Nyalla dinilai tidak bisa memenuhi syarat itu.
Desmond mengatakan, pernyataan La Nyalla hanya untuk mencari popularitas.
"Itu lucu, hanya untuk mencari popularitas saja," kata Desmon.
Desmon menjelaskan, meskipun ada permintaan uang seperti yang dikatakan La Nyalla Mattalitti, hal itu merupakan hal yang wajar untuk menjalankan mesin politik dan pembiayaan saksi-saksi serta kebutuhan logistik selama Pilgub Jatim.