Kepala Bidang Hubungan Masyarkat (Kabid Humas) Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hadi Suprapto mengatakan, operasi ini tidak terganggu dengan proses mutasi Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi. Rudi adalah Penanggung Jawab Komando Operasi (PJKO), dari jabatan Kapolda Sulawesi Tengah, dan kini menjadi Komandan Korps Brigade Mobil (Dankor Brimob) Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah memperpanjang Operasi Tinombala telah dilakukan berulang kali, sejak berjalan pada Januari 2016 silam. Saat itu, operasi ini digelar untuk memburu 41 orang teroris kelompok MIT.
Menurutnya, nama tujuh orang anggota kelompok MIT itu adalah Ali Muhammad alias Ali Kalora alias Ali Ambon, Muhammad Faisal alias Namnung alias Kobar, Qatar alias Farel, Nae alias Galuh, Basir alias Romzi, Abu Alim, dan Kholid.
Ia melanjutkan, satu batalyon gabungan anggota TNI dan Polri tengah memantau pergerakan tujuh anggota kelompok MIT tersebut. “Kami harap mereka yang tersisa itu mau turun gunung karena kita masih mengejar dan terus melakukan penyekatan," imbuhnya.
Meski hanya tersisa tujuh orang, lanjut hari, pergerakan anggota kelompok MIT tersisa itu tetap berbahaya.
Dia mengatakan, insiden teror terakhir yang diduga didalangi anggota kelompok MIT tersisa adalah penembakan seorang petani bernama Simson alias Suju (30) yang tengah mengambil durian di kebunnya, pegunungan Pora, Desa Parigimpu, Sausu, Kabupaten Parigi Moutong pada Agustus 2017 lalu.
Diketahui, periode Operasi Tinombali berlangsung selama tiga bulan. Operasi terakhir berlangsung hingga 31 Desember 2017. Operasi ini kemudian diperpanjang pada awal tahun 2018. (arh/asa)