Dirut BEI Sebut Korban Luka Tidak Sampai Ratusan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 14:13 WIB
Dirut BEI Sebut Korban Luka Tidak Sampai Ratusan Sejumlah korban dievakuasi petugas menuju rumah sakit. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio memperkirakan jumlah korban akibat insiden robohnya selasar tower II gedung BEI di Jalan Sudirman, Jakarta, tidak mencapai ratusan orang seperti yang diberitakan media.

"Jadi kalau dibilang korban ratusan, tidak betul," ujar Tito seperti diberitakan CNN Indonesia TV, Senin (15/1).

Selasar tower II ambruk sekitar pukul 12.20 WIB. Tito yang berada di lokasi saat insiden tersebut, mengatakan, ada korban yang mengalami patah kaki.


"Yang patah kira-kira empat sampai lima orang, yang luka enggak sampai 20 orang, kira-kira kemudian ambulance datang dan diangkat," kata Tito.

[Gambas:Video CNN]

Korban yang paling parah, menurut Tito, mengalami luka di bagian mata.

Tito mengatakan, robohnya selasar itu merupakan musibah. Dia juga memastikan aktivitas perdagangan juga tidak akan terganggu dengan insiden tersebut.

"Jalan dengan baik, itu yang paling penting," kata dia. "Bursa masih normal."

Kabid Humas Polri Setyo Wasisto mengatakan, seluruh korban dilarikan ke tiga Rumah Sakit yakni Siloam, Pertamina, dan Medistra.

"Sampai sejauh ini di lokasi enggak ada korban lagi," katanya.

Setyo meminta media tidak salah dalam memberitakan insiden robohnya selasar. "Yang runtuh bukan plafon, tapi lantai Mezzanine lantai di atasnya. Dipastikan bukan karena bahan peledak atau bom," kata dia.
(ugo)