Singgih mengatakan, pihaknya akan menanggung biaya perawatan korban secara penuh bagi pemilik BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk korban yang mengalami cacat dari kecelakaan siang ini.
"Hingga sembuh dan unlimited sesuai indikasi dokter. Apabila ada yang cacat juga akan dibiyai sepenuhnya. Keperawatan sampai sembuh," kata Singgih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah tersebut, kata Singgih, hanya dua orang yang memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Mereka adalah Imanuel Marcas dari PT Ernest and Young dan Danu Hananto dari perusahaan Hadiputranto Hadinoto and Partner.
"Bagi yang belum punya, nanti ada program khusus," tuturnya.
Sebanyak 30 orang korban insiden robohnya selasar tower Bursa Efek Indonesia (BEI) teregistrasi di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan. Satu orang di antaranya mengalami dipastikan patah tulang dan tiga orang diduga mengalami hal serupa.
Head Bussiness Development RS Siloam Semanggi Triana Tambunan mengatakan, korban tiba mulai sekitar 12.30 WIB dan tengah mendapatkan perawatan medis di unit gawat darurat (UGD).
"Teregistrasi 30 korban. Satu orang patah tulang, tiga orang diduga patah tulang. Lainnya masih dalam tahap evaluasi," ujar Triana di UGD RS Siloam Semanggi, Senin (15/1).
Selasar atap tower BEI roboh, sekitar sekitar pukul 12.10 WIB. Belum diketahui penyebab robohnya lantai mezzanine Tower II.
Koresponden CNN Indonesia Hera F Haryn, melaporkan, saat kejadian tersebut ratusan mahasiswa berada di Gedung BEI.
"Ratusan orang, kebanyakan mahasiswa dari Universitas Bina Darma Palembang," demikian laporan Hera kepada CNN Indonesia TV.
[Gambas:Video CNN] (djm)