Dosen Fakultas Ekonomi UBD Palembang Rabin Ibnu Zainal mengungkapkan, ada 93 mahasiswanya yang melaksanakan kunjungan lapangan atau field trip di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 58 orang di antaranya sedang berada di selasar yang runtuh.
"Sebanyak 35 orang mahasiswa (lainnya) belum masuk ke gedung BEI. Mereka masih berada di dalam bus pariwisata," ujar Rabin saat menggelar konferensi pers di gedung UBD Palembang, Senin (15/1)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BEI Tanggung Biaya Perawatan Mahasiswa |
Sebanyak 58 orang mahasiswa, lanjut Rabin, berada di selasar BEI Jakarta sedang berlalu-lalang di kawasan salasar BEI sembari menanti giliran kunjungan ke ruang galeri. Beberapa saat kemudian, mezanin BEI itu runtuh.
Setelah mendapatkan informasi runtuhnya selasar BEI Jakarta, pihak kampus langsung menghubungi orang tua mahasiswa melalui telepon genggam. Pihak UBD Palembang juga sudah mengirimkan lima orang dosen untuk mengurus para mahasiswa dan dosen pembimbing yang mengalami cidera.
"Kami membuka posko pengaduan dari orang tua dan keluarga mahasiswa. Jika para mahasiswa sudah baikan, akan langsung kita antar pulang ke Palembang,” ujar Rabin.
Para mahasiswa UBD Palembang kini sudah dievakuasi di beberapa rumah sakit, yaitu di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Rumah Sakit Siloam Jakarta, Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Pusat Pertamina, dan Rumah Sakit Jakarta.
Hari Mulyono, Head of Representatif Office Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumsel mengatakan, kejadian memang puluhan mahasiswa UBD Palembang diarahkan petugas keamanan untuk menunggu di selasar BEI.
"Sekitar pukul 11.00 WIB, mereka dijadwalkan berkunjung pukul 13.00 WIB. Jadi mereka disuruh menunggu di Selasar BEI, ada juga yang ke musala gedung,” ungkapnya.
Hari Mulyono pun langsung menuju ke kampus utama UBD Palembang dan berkoordinasi tentang perawatan kecelakaan para mahasiswa.
“Kami support bantuan informasi, berkomunikasi dengan para dosen UBD Palembang secara maksimal,” tandas dia. (arh/ref)