"Ada tempat-tempat di mana melawan arah sudah menjadi keseharian. Dipasang rambu-rambu, lampu, tapi dianggap sudah kebiasaan, tetap saja itu dilanggar," kata Gubernur DKI Anies Baswedan saat membuka apel di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Selasa (16/1).
Berdasarkan data Dishub DKI, Anies menyebut setiap kota administrasi di Jakarta memiliki titik pelanggarannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan Grogol, Glodok Mas, Kota Tua, dan Slipi adalah titik pelanggaran lalu lintas di Jakarta Barat. Adapun di Jakarta Selatan meliputi Lebak Bulus, Pondok Pinang, Blok M, Mampang, dan Kasablanka.
"Ada daerah-daerah di mana pelanggaran itu sudah menjadi keseharian, mulai dari ngetem, lawan arus, berhenti di sembarang tempat," ujar Anies.
Pemprov DKI juga akan melakukan kajian atau review atas sirkulasi lalin.
"Kalau selama ini kita hanya tertibkan saja, ke depan kita ingin review apakah ada rekayasa-rekayasa yang bisa dilakukan untuk alternatif solusi bila ditemukan kemacetan yang sudah terulang terus-menerus," kata Anies.
Operasi Lintas Jaya 2018 akan didukung oleh 596 personel gabungan dengan rincian 95 personel TNI, 149 orang personel Polda Metro Jaya, dan 352 personel Dishub.
Operasi juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan dan kedisplinan masyarakat dalam berlalu lintas. (wis/sur)