CNNIndonesia.com mengunjungi Aula Majlis Ta'lim Al Habib Ali Alhabsyi di Jakarta Pusat, Selasa (16/1), tempat jenazah disemayamkan dan sempat berbincang dengan beberapa jemaah mendiang Habib Abdurrahman.
Salah satunya, Luthfi (33), pria yang sudah mengikuti Habib Abdurrahman sejak 15 tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau bergaul di masyarakat dengan baik. Dikenal sebagai seorang guru yang arif dan bijak," kata Luthfi.
"Kalau kita ada kesususahan, dia meminta untuk kembalikan ke Allah," ucapnya.
Pengikut Habib Abdurrahman yang berasal dari Klender, Dwi (53), mengidolakan almarhum karena ilmunya yang begitu luas dan tajam membedah permasalahan.
Seperti pengakuan Luthfi, Dwi juga menilai Habib Abdurrahman tak pernah memilih-milih jemaah.
Keramahannya tecermin saat berhadapan dengan para jemaah, sementara ceramahnya dinilai Dwi menghadirkan keteduhan.
"Almarhum adalah guru semua umat, tidak pernah pilih-pilih," tutur Dwi.
Semasa hidup, ia dikenal sebagai pimpinan Islamic Center Indonesia Kwitang Jakarta Pusat.
Habib Abdurrahman merupakan cucu dari Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi (Habib Ali Kwitang) seorang alim ulama pendiri Majelis Taklim Al Habib Ali Al Habsyi Kwitang.
Rencananya, jenazah Habib Abdurahman akan dimakamkan Selasa (16/1) siang setelah salat Zuhur di lokasi pemakaman keluarga di Masjid Jami Al-Riyadh.
Saat jenazah dibawa ke Masjid Jami Al-Riyadh untuk dimakamkan, ribuan jemaah berdesak-desakan. Mereka berebut untuk mengiringi jenazah.
"Kasih jalan, jangan dorong-dorong," kata salah satu jemaah yang bertugas mengosongkan jalan. (wis/djm)