Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto menegaskan, dugaan sementara upaya nekat tersebut dimungkinkan korban frustasi karena sudah tiga tahun tidak dinafkahi baik secara lahir maupun batin oleh suaminya yang berinisial F salah satu pimpinan pesantren di Surabaya.
“Saat tengah kita dalami dengan memeriksa beberapa saksi dan keluarga korban, mulai dari suami, adik, hingga orang tua korban,” tuturnya di Mapolres Jombang, Selasa (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, jika memang ada indikasi penelantaran, suami korban bisa dijerat dengan proses hukum yang berlaku.
Lihat juga:Satu Keluarga di Jombang Diduga Bunuh Diri |
Sementara tiga anak Evi, masing-masing Akbar (tujuh Tahun), Ani (empat Tahun) dan Vivi (tujuh Bulan), masih berada di kamar jenazah RSUD Jombang.
Sebelumnya, Kepala dusun Sambilanang, Khamim mengatakan, yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut adalah adik korban pukul 21.00 WIB, saat membawakan makanan datang ke rumah korban.
"Adiknya seusai kuliah datang, karena kondisi rumah sedang sepi dan dicarilah mereka serta mendapati ketiga anak tersebut sudah terbaring di dalam kamar mandi," katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (16/1).
Selanjutnya, di tempat yang sama Evy Suliastin Agustin ditemukan dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Kemudian, ia bersama warga langsung melapor kepolisian karena menemukan botol pembasmi serangga yang diduga diminum para korban. (dik/djm)