Munculnya kembali isu penataan Sungai Citarum terbilang mendadak. Sebelumnya permasalahan Sungai Citarum jarang menjadi topik utama yang dibahas pemerintah.
Pengamat politik Universitas Padjajaran Firman Manan mengatakan, kembali munculnya isu soal Sungai Citarum erat kaitannya dengan momentum jelang pemilihan gubernur Jabar 2018. Ia tak menampik ada upaya memainkan isu soal lingkungan jelang gelaran pilgub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Pilgub sebelumnya, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar bahkan sempat berjanji air di Sungai Citarum sudah bisa diminum oleh warga.
Namun, menurut Firman, penataan Sungai Citarum dapat menjadi ‘senjata’ untuk menyerang calon petahana yakni Deddy Mizwar saat masa kampanye.
“Bisa, kan, dibilang pemerintah sebelumnya dianggap tidak berhasil menangani permasalahan Citarum. Kalau itu diangkat bisa merugikan satu pasangan, kan ada Demiz,” imbuh Firman.
Persoalan utamanya adalah kualitas air yang tercemar sampah dan limbah industri.
“Di situ perlu ada penghijauan kembali dan perbaikan wilayah tangkapan air yang sudah rusak,” ujar Nur.
Nur menuturkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan lewat sejumlah proyek revitalisasi, namun tak ada perubahan signifikan karena masih banyak sampah dan limbah di sungai tersebut.
“Seperti sebelumnya. tidak ada hasil yang nyata,” kata Nur. (wis/gil)