Dalam sambutannya kepada ratusan pengurus yang hadir, OSO sapaan Oesman mengungkap pertemuannya dengan Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto.
"Setelah ketemu kita bicara dan dia meminta agar saya cooling down diselesaikan tanpa ada keributan," kata OSO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Munaslub Hanura Kubu Ambhara Dituding Ilegal |
Dalam pertemuan itu, lepada Wiranto, OSO menyampaikan bahwa dirinya tidak mau ribut asal tidak ditantang untuk ribut. Dia pun memerintahkan kadernya untuk melawan segala bentuk upaya merobek perjuangan Hanura.
Wakil Ketua MPR itu menegaskan sudah menyusun kepengurusan baru berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang telah didaftarkan resmi ke Kementerian Hukum dan HAM.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah Hadianto Rasyid mengatakan, setelah Wiranto menyatakan tidak ada munaslub, maka keputusan itu menguatkan kepemimpinan OSO.
Meski demikian, Rasyid mengakui jika sebagian pengurus cabang di Sulawesi Tengah mengikuti munaslub yang digelar kubu Ambhara malam ini.
"DPC bergabung dengan kita ada 7 dari 13, sebagian di sana," kata Rasyid.
Partai Hanura diketahui tengah mengalami kisruh kepengurusan. Ada dua kubu yang menggelar rapat di waktu bersamaan di tempat berbeda.
Salah satu kubu mengadakan rapat di Hotel Ambhara, Jakarta. Rapat itu diinisiasi oleh Sekjen Sarifuddin Sudding bersama para pendiri partai. Rapat ini memutuskan untuk memecat Oso dari posisi Ketua Umum. Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo lalu ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum.
Sementara itu, kubu Oso juga menghelat rapat di Hotel Manhattan, Jakarta. Hasil rapat itu adalah mencopot Sudding dari posisi Sekjen. Posisi Sudding kini digantikan oleh Herry Lontung Siregar yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Pilkada Pusat Hanura. (osc)