Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan usai ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Hanura periode 2018-2020.
"Kami merasa perlu menyampaikan ucapan terima kasih bagaimanapun adalah orang tua kita Pak Oesman Sapta yang selama satu tahun ini telah memimpin Partai Hanura," kata Daryatmo di hadapan peserta munaslub di Kantor DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta, Kamis (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Saya meminta kader Hanura menatap ke depan, Juni 2018 pilkada serentak, April 2019 pileg dan pilpres. Tentu membutuhkan persiapan dan pelaksanaan yang matang," katanya.
"Pasca munaslub tidak boleh ada lagi kubu-kubuan. Dalam partai ini maka kami mengajak kawan-kawan semuanya kembalilah dalam Partai Hanura kita adalah satu keluarga satu cita-cita dan satu semangat membesarkan Partai Hanura," katanya.
Daryatmo mengklaim bahwa dirinya tidak memiliki ambisi dan keinginan menjadi ketua umum. Tetapi sebagai prajurit TNI, dia mengaku pantang menolak tugas yang diberikan.
"Oleh karena itu kesediaan saya untuk menjadi ketua umum sekarang ini bukan semata-mata saya mau, tapi ini amanah yang harus saya perjuangkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rakyat Indonesia," ucapnya.
Dia juga memohon bimbingan kepada tokoh senior Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto dan Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Subagyo HS dalam menjalankan roda organisasi partai ke depannya.
Dalam Munaslub ini, Partai Hanura kubu Sarifuddin Sudding resmi memecat Oesman Sapta Odang (OSO) dari jabatan ketua umum dan secara aklamasi menunjuk Daryatmo sebagai penggantinya.
OSO diberhentikan berdasarkan Keputusan Munaslub dengan Nomor Kep/006/munaslub/hanura/1/2018 tentang Pemberhentian Oesman Sapta Oedang sebagai Ketua Umum Hanura.