"Saya enggak ke mana-mana (kubu OSO atau kubu Daryatmo) gimana toh, kamu ini," ujar Wiranto saat ditanya perihal friksi di internal partai yang ia bina tersebut saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/1).
Lihat juga:Wiranto: Pemilik Partai Ingin Perubahan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baca yang teliti panjang lebar. Kalau hatinya bersih baca itu sudah tahu maknanya," ujar pria yang merintis berdirinya Hanura pada 2006 silam.
Wiranto juga menyampaikan dirinya menyadari bahwa besar kecilnya partai ditentukan pada kekuatan anggota dan simpatisan di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara yang diwakili Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebagai pemilik riil partai.
Wiranto menegaskan siapapun dan cara apapun tidak bisa mencegah hak politik pemilik partai ini.
"Oleh sebab itu saya akan terus mendukung dan bersama-sama dengan saudara-saudara berjuang untuk eksistensi Partai Hanura. Selamat berjuang semoga Tuhan yang Maha Kuasa merestui perjuangan Partai Hanura," kata Wiranto dalam pesannya tersebut.
"Doakan saja selesai," ujar Wiranto.
Sampai saat ini, kedua kubu, yakni kubu OSO dan kubu Daryatmo masih terus mengklaim mendapat dukungan dari Wiranto selaku Ketua Dewan Pembina Hanura. (kid/wis)