Menurut Rita, wajar bagi seorang perempuan memiliki tas bermerek seperti Channel, Prada, Bulgari, Hermes, dan Celine.
"Saya kan perempuan, jadi biasalah ya," selorohnya, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di mana-mana juga banyak yang palsu. Ya namanya juga cewek untuk action," dalihnya.
Menurut Rita, yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur itu, nilai yang disebut KPK sebagai bagian pencucian uang itu adalah bagian dari aset miliknya berupa tambang batu bara.
"Terus tadi beliau (Penyidik) sampaikan bahwa Rp436 miliar itu adalah angka aset saya, yang mana salah satunya itu aset saya. Saya kan punya tambang," ungkap dia.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, tas-tas yang diduga dibelanjakan Rita dari hasil gratifikasi tersebut telah disita penyidik KPK. Selain tas, Rita juga memiliki sepatu bermerek Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes, dan sejumlah merek lainnya.
Selain membelanjakan tas dan sepatu bermerek, Rita juga membeli tiga unit mobil, yaitu Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser. Rita juga membeli dua unit Apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.
(arh/gil)