"Islamophobia di dunia ini mulai bergerak kemana-mana. Ini harus dipatahkan, dihentikan, harus dilawan. Caranya, kita sendiri harus aktif menyampaikan pada bangsa-bangsa di dunia bahwa Islam tidak seperti itu," ujar dia, dalam pidatonya pada Sarasehan Internasional Kiai dan Alumni Pesantren Darussalam Gontor serta Milad ke-50 Pesantren Daar El-Qolam, di Tangerang, Sabtu (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY menambahkan, contoh ajaran Islam yang sebenar-benarnya yang harus ditunjukkan umat Islam Indonesia kepada dunia adalah Islam yang sesuai dengan firman Allah, hadist Nabi Muhammad S.A.W, dan fatwa ulama.
"Dengan saya menyebutkan saya seorang muslim, ketika mereka mendengar pidato saya, mengerti apa yang saya lakukan, mereka mengatakan ternyata tidak benar bahwa Islam itu jelek, Islam itu jahat, Islam itu buruk," tutur dia.
Selain itu, SBY meminta agar gelombang Islamophobia ini tidak terjadi di Indonesia. "Di Indonesia jangan sampai ikit-ikutan membenci Islam. Ini salah besar. Tiba-tiba di negaranya sendiri ada gerakan tidak suka sama Islam. Ini kebalik-balik," tandas dia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan soal nilai-nilai Ponpes Gontor.
Diketahui, Ponpes Gontor memiliki empat moto, yakni berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas.
"Sehingga umat tidak terjebak pada pertentangan yang tidak esensial, pertentangan yang sifatnya khilafiyah. Kemudian umat ini mampu memili enerji dan sumberdaya yang dimilikinya digunakan untuk hal yg lebih produktif," tandas dia.
(arh)