Dengan masuknya Idrus, kader beringin yang berada di kabinet bertambah setelah sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto lebih dahulu menjabat sebagai Menteri Perindustrian.
Hal ini membuat Jokowi sudah seperti Dewan Pembina 'Beringin'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditempatkannya Golkar di Kementerian Sosial, menurut Arief, juga menjadi bagian strategi Pilpres 2019. Sebab, Kemensos dapat dijadikan alat meraup suara dengan berbagai bantuan sosialnya.
Selain itu, kata dia, masuknya Jenderal TNI (Purn) Moeldoko disebut menjadi salah satu sinyal untuk persiapan di 2019.
"Bisa jadi sebuah ancang-ancang untuk membentuk Tim Pemenangan Joko Widodo di Pilpres dan malah bisa jadi Moeldoko akan jadi Cawapresnya Joko Widodo," ia menduga.
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan bahwa alasannya tetap mempertahankan Airlangga di Kabinet Kerja adalah demi kepentingan kecepatan kinerja.
"Ini kan tinggal satu tahun saja. Kalau ditaruh orang baru, ini belajar kalau enggak cepat, bisa setahun menguasai (bidang) itu," ujar Jokowi menjelaskan alasannya usai upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1).
"Dan, kita lihat di Kemenperin Pak Airlangga menguasai, dan mengerti betul yang berkaitan dengan makro industri di negara kita, menyiapkan strategi industri hilirisasi. Jangan sampai waktu (singkat) seperti ini kita ubah, dan baru belajar. Ini kementerian yang tidak mudah."