Pemprov DKI termasuk salah satu yang akan dipanggil karena dinilai ikut bertanggung jawab atas insiden itu.
"Kita akan lakukan survei ke lapangan segera dan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait," kata Ketua Komisi D Iman Satria melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya... prinsipnya akan ada sanksilah bagi semua pihak yang terlibat," tutur Iman.
"Pemprov DKI (juga) ikut bertanggung jawab atas kecelakaan ini dan akan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan lanjutan," katanya.
Ini bukan kali pertama proyek transportasi massal di Jakarta diwarnai kecelakaan. Sebelumnya pada November tahun lalu pembatas beton proyek mass rapid transit (MRT) di Kebayoran Baru roboh.
Iman Satria mengatakan, DPRD akan memanggil kontraktor, Dinas Tata Kota dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengetahui penyebab dan upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi insiden dalam proyek transportasi massal ini.
[Gambas:Video CNN]
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya mengatakan insiden di Kayu Putih disebabkan pengerjaan infrastruktur LRT diburu waktu sehingga terjadi kelalaian dalam prosedur di lapangan.
Sandi mengatakan, proyek LRT ditargetkan harus selesai pada Juli menjelang Asian Games.
"Pak Satya bilang kalau mereka akan mengejar dengan shift yang ditambah orang dan kami sama-sama khawatir masalah keselamatan kerjanya," ujar Sandi yang merujuk pada Satya Hergandhi, direktur PT Jakarta Propertindo. (wis/djm)