Kata Lodewijk, ketika Airlangga mulai menjabat sebagai ketum, elektabilitas Golkar di kisaran 9,2 persen, tapi kini meningkat lagi menjadi 12,4 persen.
"Artinya, figur beliau baru tampil, kita sudah naik," kata Lodewijk di kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada Desember 2017, survei Indobarometer menunjukkan elektabilitas Golkar mencapai 12,5 persen di bawah PDIP yang memiliki elektabilitas 30,2 persen.
"Kami di DPR punya 91 kursi. Ketum mencanangkan 19 kursi, jadi 110 kursi," kata Lodewijk.
Lodewijk melanjutkan, Golkar juga menargetkan 60 persen kemenangan dari 171 calon kepala daerah yang diusung pada pilkada serentak tahun ini. Target kemenangan itu, menurut Lodewijk, ditopang oleh tiga misi Golkar yang menjadi program wajib calon kepala daerah yang diusung.
Ketiga misi tersebut antara lain pengadaan sembako yang terjangkau, memperbanyak lapangan pekerjaan, dan kesediaan akses perumahan yang terjangkau.
"Tiga program tersebut diharapkan menjadi komitmen para calon kepala daerah," katanya.
Selain itu, Lodewijk mengatakan, partainya tetap akan mengusung Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Pilpres 2019. Targetnya, Jokowo menjabat sebagai presiden dua periode.
"Itu target yang akan kita kejar," kata Lodewijk, "Saya lihat teman-teman bekerja luar biasa untuk memanaskan mesin partai."