Ketua fraksi PDIP Gembong Warsono menyebut, pihaknya telah mengkaji kebijakan Anies-Sandi yang dinilai menimbulkan pro dan kontra di mata publik. Ia mengatakan, tema evaluasi yang akan disampaikan adalah 'Jakarta yang Tidak Lagi Metropolis Gara-Gara Kebijakan Populis'.
"Kebijakan-kebijakan, khususnya yang kontroversi. Contohnya becak, Tanah Abang, DP nol rupiah," kata Gembong ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (23/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, penutupan satu jalur Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang untuk pendirian tenda pedagang kaki lima (PKL). Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Halim Pagara menolak tegas kebijakan itu dengan alasan penutupan jalan melanggar pasal 12 UU 38/2004 tentang Jalan.
Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi Anies-Sandi ke depannya.
Anies-Sandi telah menjabat sebagai kepala daerah sejak dilantik Presiden RI Joko Widodo pada 16 Oktober lalu.
Sandiaga mengatakan setelah 100 hari pemerintahnya masih banyak kinerja yang harus diperbaiki dan diselesaikan demi membangun dan menata Jakarta. Dia mengatakan tak mau cepat berpuas diri terhadap pencapaiannya selama tiga bulan ini.
"Banyak banget PR. Menurut saya pribadi, belum saatnya kita menepuk-nepuk dada. Kita kerja masih banyak sekali," ujar dia, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/1) sore.
"Kita tidak mengukur kinerja dari seratus hari, tetapi kita ingin ke depan kerja lebih semangat lagi," ujar Sandi, menutup perbincangan. (kid/arh)