“Kerusakan rumah dan infrastruktur lain: 1.158 unit, [terdiri dari] 857 rusak ringan, 164 rusak sedang, 137 rusak berat,” kata Iti kepada CNNIndonesia.com, melalui pesan singkat, Selasa (23/1).
“Data sementara, [gempa bumi] terdampak di 18 kecamatan, 62 desa, 92 lokasi atau kampung. Masih terus diperbaharui datanya,” lanjut Iti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Iti mengatakan, dari ribuan bangunan tersebut, sebanyak 490 unit merupakan rumah penduduk.
Jumlah rumah rusak berat berada di Kecamatan Cilograng, mencapai 42 unit. Lalu di Kecamatan Bayah berjumlah 23 unit.
Lihat juga:BMKG Klarifikasi Hoaks Soal Gempa Susulan |
"Ada kemungkinan dampak gempa bertambah dan diharapkan tidak berdampak signifikan," kata Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy, Selasa (23/1).
Pemprov pun menyebut akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pandeglang untuk menyalurkan bantuan ke korban bencana gempa bumi.
Posko pasca bencana rencananya akan dibangun di lokasi strategis guna memastikan kodisi warga korban gempa dapat tertangani dengan baik.
[Gambas:Video CNN]
“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Diharapkan masing-masing warga tetap menjaga keluarganya," kata Andhika.
Sebelumnya, Iti menyabut dapur umum pun telah didirikan Pemkab Lebak untuk menyediakan kebutuhan makanan dan minuman bagi korban gempa bumi.
"Dapur umum di tiap titik sulit, kami sebar di setiap desa dan kecamatan, kami juga punya relawan Lebak tangguh. Pengungsi belum ada. Dapur umum di Bayah, Cilograng," papar Iti Octavia. (yan/end)