Fadli memiliki kegemaran mengoleksi mesin tik milik para penulis yang tak terpakai. Sekitar 5 tahun lalu, Fadli diberi mesin tik milik Daoed.
"Suatu hari sekitar lima atau enam tahun yang lalu (Daoed) minta saya ke sini, ngobrol, dan akhirnya diberikan mesin tik dan kaca mata," kata Fadli saat ditemui di rumah duka seusai melayat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mesin tik milik Daoed, Fadli juga mengoleksi mesin tik milik Harmoko dan Taufik Ismail. Mesin tik tersebut dikoleksi di perpustakaan miliknya.
Fadli mengaku sudah mengenal almarhum sejak 10 tahun lalu. Ia sering berdiskusi dengan Daoed dan berbagi pengalaman hidup.
"Beliau manusia multidimensi, seorang pemikir, seorang seniman, budayawan visioner, dan penulis prolific yang aktif," tutur Fadli.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1982) Daoed Joesoef meninggal dunia Selasa (24/1) malam. Jenazah disemayamkan di rumah duka usai menutup mata di RS Medistra, Jakarta Selatan.
Rencananya almarhum akan dimakamkan di Giri Tama, Bogor, siang hari ini. Dikabarkan, almarhum sudah memasan tanah kubur di sana sejak beberapa tahun lalu untuknya, istri, dan mertua perempuan. (pmg/gil)