Menurutnya, Ridho tengah dalam kondisi dikeroyok dalam insiden yang terjadi di depan salah satu tempat hiburan malam di Bogor, pada Sabtu (20/1) dini hari.
"Dia dikeroyok kan, (artinya) ya membela diri," cetus Syafruddin, saat ditemui wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan Polri 2018 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilihat penyelidikannya, tidak bisa disimpulkan dulu, statusnya dalam investigasi," ujar dia.
Pihaknya masih melakukan proses penyelidikan dan mempersilakan wartawan untul menanyakan seputar insiden tersebut ke Divisi Humas Polri.
"Saya belum boleh komentar apa-apa, tanya Humas," kilahnya.
"Tergantung tugas dan fungsinya anggota, ya jadi saya belum bisa ngomong," ujarnya.
Polri sendiri belum bisa membeberkan kronologi penembakan kader Fernando Briptu Achmad Ridho.
Berdasarkan informasi pihak Partai Gerindra, insiden bermula dari cekcok yang melibatkan anggota Brimob Briptu Achmad Ridho dengan Fernando pada Sabtu (20/1) dini hari. Saat itu, mobil yang ditumpangi Fernando dan kawan-kawannya diadang Ridho yang mengendarai motor besar BMW.
Akibat kejadian itu, anggota Brimob mengalami kritis dan dirawat di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Sementara korban sipil yang merupakan kader Gerindra meninggal kareka luka tembak. (arh/gil)