"Kami akan membuat konsep, seperti khotbah yang menyuarakan kampanye damai agar tempat ibadah tak digunakan sebagai tempat kampanye," ujar Abhan kepada wartawan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/1).
Abhan menyadari bahwa Bawaslu tidak dapat bekerja sendirian untuk mencegah isu SARA dalam penyelenggaraan pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapitalisasi isu agama pada Pilkada Jakarta terlihat dari masifnya pengerahan massa selama kampanye dan ujaran kebencian yang menyitir ajaran agama.
Bagi Abhan, tokoh lintas agama dapat menjadi 'agen' penting bagi Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilu.
Abhan berharap sinergi ini bisa membuat suasana kampanye kondusif dan menghindari perpecahan akibat penyebaran isu SARA dalam masyarakat.
"Pelibatan pemuka agama itu sebagai upaya preventif kami mencegah isu SARA agar tak terhadi perpecahan kembali," ujarnya.
Lihat juga:Bawaslu Tolak Gugatan Tujuh Parpol |