"Di kabupaten Lebak, gempa dirasakan lemah selama tiga detik dan masyarakt tidak panik. Di Jakarta, gempa dirasakan lemah selama satu detik," demikian keterangan resmi dari Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (26/1) siang.
"Gempa tidak berpotensi tsunami."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BPBD Lebak Kaprawi kini tengah mengecek ulang data korban gempa 6,1 SR yang terjadi pada Selasa (23/1) lalu. Pendataan dilakukan untuk membantu penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Petugas di lapangan saat ini mencatat 1.118 rumah mengalami kerusakan di 17 kecamatan. Sebanyak 138 rumah di antaranya rusak berat, 809 rumah rusak ringan dan 171 rumah rusak sedang.
Kerusakan juga menimpa bangunan sekolah sebanyak 15 unit, puskesmas satu unit, tempat ibadah enam unit dan kantor kecamatan satu unit.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan tersebar di 17 kecamatan antara lain Wanasalam, Bayah, Panggarangan, Cilograng, Lebak Gedong, Cimarga, dan Sajira. Begitu juga di Kecamatan Cirenten, Cihara, Bojongmanik, Cijaku, Cigemblong, Malingping dan Cileles.
Jumlah rumah korban gempa yang terbanyak berada di Kecamatan Malingping sebanyak 549 rumah, Bayah 142 rumah, Cilograng 149 rumah, Panggarangan dan Lebak Gedong 66 rumah.
[Gambas:Video CNN] (gil)