Mereka menuntut agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka sepenuhnya jalan tersebut untuk kendaraan melintas.
Sejak 23 Desember 2017, sepanjang 500 meter dua jalur Jalan Jatibaru Raya ditutup pada pukul 08.00-18.00 untuk pendirian tenda pedagang kaki lima (PKL) dan jalur Bus Transjakarta Tanah Abang Explorer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buka! Buka! Buka" seru pengemudi lainnya.
Sejumlah kendaraan pribadi baik motor maupun mobil yang hendak melintas dan memutar di depan stasiun Tanah Abang, terpaksa memutar arah akibat penutupan jalan Jatibaru Raya.
Demo sopir angkot di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Senin (29/1). (CNN Indonesia/Mesha Mediani) |
Meski sudah mengubah rute, bus Tanah Abang Explorer terpantau tak bisa bergerak leluasa. Semua penumpang lantas memilih turun dari bus dan melanjutkan dengan jalan kaki. Sebagian besar di antara mereka berjalan menuju Stasiun Tanah abang.
"Sudah gratis. Dikawal lagi sama Dishub. Enak amat!" kata seorang sopir angkot kepada bus Tanah Abang Explorer yang sedang tertahan.
Kepala Humas Transjakarta Wibowo mengatakan, operasional bus Tanah Abang Explorer hari ini dihentikan hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
"Untuk sementara Bus Tanah Abang Explorer setop operasi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Kapolsek Tanah Abang Lukman Cahyono mengatakan, batas waktu penyampaian aspirasi peserta unjuk rasa adalah pukul 18.00 WIB. Melebih batas waktu tersebut, polisi akan membubarkan secara paksa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan, pihak kepolisian menerjunkan 100 personel untuk mengamankan jalannya aksi para sopir angkot di Tanah Abang.
(wis/djm)
Demo sopir angkot di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Senin (29/1). (CNN Indonesia/Mesha Mediani)