"Ide mengajar pembecak untuk bisa lebih bagus mengayuh pedal — itu, maaf, ide bodoh yang meremehkan kecerdasan pembecak," tulisnya dalam akun Twitter-nya, @gm_gm, yang diunggah pada Senin (29/1) pukul 12.03 WIB.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak menentang ide membiarkan becak di Ibukota, asal berdasarkan survei yang benar tentang kebutuhan publik dan akses lalu lintas," ucapnya.
Hal ini menuai ragam komentar dari warganet alias netizen.
Salah seorang warganet, Bratha Atmadja Junior mengatakan, program becak ala Anies-Sandi ini mestinya menaikan kelas pembecak menjadi pengusaha. Bukan malah melanggengkan profesinya saat ini.
"Kalau ini tujuannya ya lakukan saja tanpa harus menjadi penarik becak dulu, langsung ikut sertakan mereka ke pelatihan OK OCE, modalin, dampingi agar mereka sukses, ngapain harus jadi tukang becak dulu?" cetus pemilik akun @BarathaAtmadja ini, dengan mengutip perkataan Sandi soal rencananya menyeratkan tukang becak ke dalam program OK OCE.
"Bukan gandeng ITS atau ITB, Wagabener justru gandeng PLN utk bikin Becak Listrik. Kenapa? Karena kalau @sandiuno ngajak ITS atau ITB, mereka enggak bakal mau. Lha idenya aja gitu. Semua sudah berfikir transportasi yang cepat, aman dan nyaman, dia masih mikir genjot becak listrik," sindirnya.
[Gambas:Twitter] (gil)