"Untuk Kepolisian RI perlu meningkatkan upaya penanganan ujaran kebencian dan kekerasan, begitu masyarakat sering terpapar ujaran kebencian dapat menyebabkan sikap radikalisme. Penting untuk menangkal hoaks terutama," ujarnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Pusat dan Daerah juga dinilai Yenny, perlu terbuka dan memaksimalkan komunikasi dengan masyarakat untuk mengurangi tingkat kesalahan persepsi mengenai isu-isu strategis di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) bersalaman dengan Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin (kanan) dalam workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama Media OKP dan Ormas di Jakarta, 2017. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Selain itu, Yenny merekomendasikan supaya Kementerian Agama dengan organisasi keagaman perlu memaksimalkan kerja sama dengan program-program ulama, penceramah dan pengelola majelis taklim.
Hal itu juga menyangkut pada peningkatan jumlah dan peran ulama serta penceramah perempuan dalam mempromosikan toleransi dan perdamaian serta mengurangi ujaran kebencian.
Yenny menilai, ceramah yang dilakukan secara langsung masih menjadi medium paling efektif dalam menyampaikan pesan.
"Ternyata ceramah yang secara langsung masih menjadi medium paling efektif dalam menyampaikan pesan," ungkap dia.
Di samping itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga diminta untuk meningkatkan upaya pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan di lembaga, organisasi keagamaan dan komunitas sosial kemasyarakatan.
Selanjutnya, Yenny meminta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk mengintegrasikan program pembangunan berbasis desa dengan isu toleransi dan perdamaian.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) bersalaman dengan Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin (kanan) dalam workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama Media OKP dan Ormas di Jakarta, 2017. (