"Kita demo kemarin itu spontanitas, karena kemauan kita sendiri. Kita punya keresahan punya masalah besar, enggak ada kita itu diancam buat ikut," kata Rosyid saat ditemui CNNIndonesia.com dibawah Flyover Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia ngomong gitu dasarnya apa? Kami ini spontanitas ikut demo karena ada masalah, bukan malah seperti orang yang dukung Pemerintah. (Kebijakan) ini harus dikritisi," ujar Rosyid.
"Organda sekarang enggak berfungsi, setiap keluhan sopir angkot, enggak ditanggapi," keluhnya.
Semada, Dede, salah satu pengemudi angkot M08, mengaku tak ada yang memaksa dirinya untuk ikut demonstrasi menuntut dibukanya Jalan Jati Baru tersebut.
Ia menegaskan, dirinya dan rekan-rekannya hanya ingin memperjuangkan nasib kehidupannya yang tak tentu pasca Jalan Jati Baru ditutup.
"Enggak ada namanya dipaksa buat ikut. Kita ikut karena kita mau, kita butuh, karena enggak ada lagi tempat buat ngadu kita selain kita demo," kata Dede.
Laporan itu ia klaim didapatkan dari para supir angkot di kawasan Tanah Abang sehari sebelum dilakukan aksi demonstrasi.
Pada Senin (29/1), sejumlah pengemudi angkutan kota (angkot) trayek M03, M08, M09, dan M10, berunjuk rasa dengan menutup jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta.
Mereka menuntut agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka sepenuhnya jalan tersebut untuk kendaraan melintas.
Pengemudi angkot yang berunjuk rasa adalah mereka yang melayani jurusan M09 Tanah Abang-Kebayoran Lama, M10 Tanah Abang-Jembatan Lima, dan M11 Tanah Abang-Meruya.
Lihat juga:VIDEO: Aksi Mogok Sopir Angkot Tanah Abang |