"Lampu akan dimatikan agar masyarakat dapat melihat pergerakan gerhana bulan total yang terjadi pada Rabu malam nanti," kata Arista Nurbaya Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pengelola Kawasan Monas kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/1). "Kami mengajak masyarakat untuk sama-sama datang ke Monas,” imbuhnya.
Pihaknya memberi pengecualian bagi lampu taman demi keamanan. Yang dimatikan adalah lampu yang menyorot puncak Monas atau 'lidah api'. Sebab selama ini lampu tersebut selalu menyala meski pada siang hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelola juga membuka pintu bagi pengunjung untuk naik ke puncak Monas agar menikmati gerhana bulan total yang dijuluki super blue blood moon itu dari ketinggian 132 meter.
Lihat juga:Anies Imbau Masjid Gelar Salat Gerhana |
Pengelola, kata dia, akan menyediakan 500 tiket dan membuka loketnya sejak pukul 17.30 WIB. Namun, pengunjung baru diperbolehkan naik ke puncak selepas Magrib atau pukul 18.30 WIB.
Selain kawasan Monas pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan beberapa kawasan wisata alternatif yang dapat dipilih masyarakat untuk melihat supermoon.
Di antaranya, Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Taman Fatahillah, Kepulauan Seribu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta Taman Impian Jaya Ancol.
Gerhana bulan kali ini istimewa karena bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi saat fase gerhana penuh. Bulan akan terlihat sekitar 14 persen lebih terang daripada saat bulan purnama berada pada titik terjauh dari Bumi. Besarnya penampakan bulan inilah yang membuatnya dijuluki supermoon. (arh/gil)