"Dalam Pilkada, ormas-ormas sebaiknya mempersilakan anggotanya untuk memilih, tapi jangan melibatkan ormas-nya," kata Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (31/1).
Ma'ruf meminta ormas Islam tidak mengarahkan anggotanya mendukung pasangan calon tertentu. Ia meminta agar masyarakat dibiarkan memilih sesuai keinginannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MUI, kata Ma'ruf, juga tidak akan memihak pasangan calon manapun. MUI membebaskan umat Muslim untuk menggunakan hak pilihnya dengan merdeka.
"Kita harus menjaga Pilkada yang damai, tidak ada konflik, tidak pakai isu-isu yang memancing konflik antarkelompok," ujar Ma'ruf.
Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar pernah berpendapat bahwa isu SARA, politik uang, pengerahan Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga politik identitas atau kedaerahan masih akan digunakan untuk saling menyerang lawan politiknya dalam pilkada serentak 2018 mendatang.
"Itulah mengapa makanya kami membuat indeks kerawanan ini untuk memberikan warning kepada penyelenggara negara," kata Fritz beberapa waktu lalu.
Fritz memaparkan, menurut Bawaslu, daerah paling rawan untuk Pilkada serentak 2018 meliputi Papua, Maluku dan Kalimantan Barat. Sumatra Utara dan Jawa Timur menyusul di belakangnya.