“Kami minta pada Presiden Jokowi supaya Kapolri Tito Karnavian segera di copot dari jabatannya. Karena kami yakin masih ada perwira tinggi Polri yang betul-betul Pancasilais, paham sejarah bangsa sendiri, tidak membenci Islam serta bersahabat dengan umat Islam,” ujar Ketua PA 212 Slamet Maarif melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Umat Islam sudah cukup terhina dengan kasus Ahok tahun lalu, terkejut ada Perppu Ormas yang ganjil, juga Victor Laiskodat si pembenci Islam tetap berkeliaran bebas, dan sekarang seorang Tito Karnavian mengekspresikan sikapnya di depan publik yang benar-benar tidak bisa kami terima,” ujarnya.
“Karena kegiatan mereka dinilai sedang merontokkan negara,” katanya.
Slamet lalu meminta Tito agar meminta maaf kepada seluruh umat Islam. Alasannya, karena Tito telah melecehkan umat Islam melalui pidatonya yang ultradiskriminatif dan bertentangan dengan Pancasila.
"Tidak ada niat dari saya, Kapolri, dan institusi Polri untuk tidak membangun hubungan dengan ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah," kata Tito. (arh/sur)