"Sudah diterima. Belum ada tindak lanjut," ujarnya di Gedung Dinas Teknis, Kamis (1/2).
Ditlantas mengirim enam rekomendasi yang salah satunya adalah pengoptimalan kembali fungsi Jalan Jatibaru Raya yang ditutup untuk tenda pedagang kaki lima (PKL).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti saya ketemu Mas Sandi. Nanti, deh penjelasannya," ujar Anies terkait pertemuan selama sekitar satu jam itu.
Penataan kawasan Tanah Abang oleh Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno menuai banyak protes dan Polda mengajukan enam rekomendasi untu kawasan itu. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Saya itu sudah banyak kasih sanksi, tetapi enggak saya umumkan. Mengapa? Karena saya tidak mempermalukan orang," katanya.
Alasan pemberian sanksi berupa rotasi atau pembinaan itu adalah karena Anies ingin mendidik dan mendisiplinkan anak buahnya tanpa harus membukanya di muka publik.
"Tetapi, bukan dipermalukan di depan umum. Jadi kalau Anda cek, kepala-kepala itu banyak yang sudah digeser", kata Anies.
Dia hanya tertawa ketika ditanya instansi mana saja yang paling sering menerima sanksi, misalkan apakah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atau Dishub. Kedua instansi tersebut memang paling berkaitan dengan tindak penertiban lalu lintas dan PKL di Jakarta.
"Bukan gubernurnya kelihatan heroik karena mecatin orang. Anda lihat di Dishub bisa cek, banyak yang kena," kata Anies.
"Termasuk itu. Saya sidak langsung di Tanah Abang sendiri saja, jalan dan langsung temukan (pelanggaran) saat itu. Tidak langsung diberhentikan saat itu, ada prosesnya," lanjutnya. (yns/wis)
Penataan kawasan Tanah Abang oleh Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno menuai banyak protes dan Polda mengajukan enam rekomendasi untu kawasan itu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)