Meski begitu, ia membantah tudingan bahwa proyek itu mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.
"SOP tetap berlaku. Kami tidak mau cepat, tapi tidak pakai SOP," kata Edi, di lokasi, Jakarta, Minggu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Operasional PT Hutama Karya (HK) Suroto menyampaikan bahwa dalam pengerjaan proyek tersebut pihaknya selalu menjalankan SOP. Termasuk, larangan operasi saat cuaca tidak bersahabat.
Dia juga membantah bahwa empat korban sudah bekerja melebihi jam kerja atau lembur. Menurutnya, korban ialah pekerja pada sif ketiga (malam-pagi).
"Ini tidak ada lembur, kami shifting kerja. Kerja dibagi, semua maksimal delapan jam. [Korban] yang ini [bekerja] dari malam sampai pagi," jelas Suroto.
Sebelumnya, Wagub DKI Sandiaga Uno memandang ada peluang besar terjadinya insiden kerja jika proyek infrastruktur digarap terburu-buru dan tak memperhatikan SOP. (arh)