Dilansir dari Antara, korban yang berhasil diselamatkan tersebut yakni Dyanti Dyah Ayu Cahyani Putri. Posisi wanita berusia 25 tahun ini berada dibelakang kemudi kendaraan Honda Brio yang dikemudikannya. Sementara, satu orang korban lainnya, Mutmainah (25) masih dalam proses evakuasi.
Proses penyelamatan korban yang tertimpa insiden robohnya tembok terowongan jalan bandara Soetta ini membutuhkan waktu cukup panjang sejak kejadian, serta melibatkan banyak personel dan alat pendukung lainnya seperti alat berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikitnya ada 120 petugas gabungan mulai dari SAR, Polri,TNI, hingga tim kesehatan yang terlibat langsung sejak proses evakuasi.
Meski satu korban sudah sukses diselamatkan dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang, Banten, petugas masih berupaya menyelamatkan satu korban lagi yang namanya disebut adalah Mutmainah yang hingga saat ini masih berada dibawah beton longsoran.
[Gambas:Twitter]
Proses penyelamatan sendiri dipimpin Ketua Basarnas, Muhammad Syaugi. Untuk melakukan penyelamatan, Basarnas banyak menggunakan alat berat meski pada praktiknya banyak menggunakan keahlian personelnya. Hal tersebut terjadi karena longsoran cukup riskan jika penyelamatan menggunakan alat berat.
Selama proses penyelamatan, komunikasi antara korban dan petugas terus berjalan. Bahkan, korban telah mendapatkan pertolongan pertama dengan oksigen dan infus. (rah)