"Banjir di Jl Raya Jatinegara Barat, sampai saat ini masih belum bisa dilintasi kendaraan. Bagi Pengguna jalan silakan Ikuti arahan petugas," demikian ditulis akun twitter resmi TMC Polda Metro Jaya.
Tim SAR sampai saat ini masih bertahan dan berjaga untuk penanganan banjir di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu lintas dari arah Lampu Merah Golden arah Armabar bahkan masih tergenang air meski sudah bisa dilalui kendaraan.
Sejumlah kendaraan terpantau mogok karena mencoba menerobos genangan air.
Masih di kawasan Jatinegara, tepatnya Bidara Cina, ketinggian air pada Selasa dini hari mencapai 2,5 meter, dan membuat jumlah pengungsi bertambah hingga 673 orang.
Para pengungsi berada di enam titik, di antaranya di kantor kelurahan Bidara Cina, SDN 05, Puskesmas, Gedung Sasana Krida Karang Taruna di Rw 11, Masjid Al Abror, dan Gereja Penabur Rw 06.
Banjir akibat luapan sungai Ciliwung ini disebutkan mengenai sejumlah kawasan di Bidara Cina, di antaranya mengenai warga yang bermukim di Rt 07/Rw 05, Rt 06, 14, 15/Rw 06, Rt 05, 09, 10, 12, 14, 15, 16, 17, 18/Rw 07, Rt 02, 06, 10, 12, 13/Rw 11.
Ada sekitar 698 kepala keluarga dan 1.943 jiwa terdampak dari air yang mulai masuk sejak pukul 06:00 Senin, (5/2).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sedikitnya 11 Kelurahan terkena dampak bajir luapan kali Ciliwung.
Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah mengerahkan jajaran petugas Pemprov DKI untuk siaga banjir Jakarta. (sur)