Abu Ridho terlibat kasus penyelundupan senjata api kelompok JAD dari Filipina Selatan. Dia telah tiba di PN Jakarta Barat dan menunggu di ruang tahanan.
Ia tiba sekitar pukul 11.20 WIB diantar mobil tahanan. Dia mengenakan seragam tahanan warna oranye dengan kedua tangan diborgol. Pria berjenggot itu terus tersenyum saat dibawa dari mobil menuju ruang tahanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehat, alhamdulillah," kata Abu Ridho singkat sebelum masuk ke ruang tahanan di PN Jakarta Barat.
Mereka mengenakan seragam tahanan warna oranye dengan tangan diborgol dan langsung masuk ke ruang tahanan.
Saat itu dia ditangkap bersama tujuh terduga teroris lainnya dari lokasi berbeda.
Abu Ridho diduga mengetahui dan mendanai aksi teror bom di Sarinah, Jalan MH Thamrin, pada pertengahan Januari 2016 lalu.
Abu Ridho dinilai sukses membangun jejaring. Dia juga disebutkan pernah membeli 18 pucuk senjata dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan pimpinan Hapilon Isnilon. Senjata-senjata itu terbagi menjadi 17 pucuk senjata jenis M16 dan 1 pucuk jenis M14. (wis/sur)