Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos DKI Tarmijo Damanik menyebut, sesungguhnya bantuan logistik seperti makanan dan pakaian sudah diberikan di posko pengungsian.
Hanya saja, kata Damanik, sebagian warga enggan bergerak menuju posko hunian sementara karena berbagai alasan. Alasan utamanya adalah mereka tidak mau jauh dari rumahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pantau ada pengungsi terdiri 40 jiwa dengan tidur beralaskan terpal dan tenda milik pribadi. Mereka mengungsi dari semalam dan telah mendapatkan makan malam dari Kelurahan Kampung Melayu," ujarnya.
Warga pengungsi banjir di kawasan Cililitan Kecil, Jakarta Timur, saat meminta sumbangan ke pengendara pada Selasa (6/2). (CNN Indonesia/Tutiek Apriyanti) |
Selain itu, Damanik mengatakan Dinsos DKI sudah mendirikan Kampung Siaga Bencana (KSB) di setiap kelurahan yang menjadi titik rawan banjir. Saat ini, terdapat 80 KSB di setiap kelurahan yang menjadi rawan banjir.
"Kami menyiapkan makanan siap konsumsi tiga kali sehari di pengungsian. Dibantu dari masakan yg dimasak KSB di dapur umum," kata Damanik.
Dinsos juga dibantu dengan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana). Mereka berada di lokasi-lokasi pengungsian untuk mendampingi para korban dan memastikan kebutuhan terjamin.
"Jadi para korban tidak perlu khawatir. Kita semua ingin tetap tertib dan kondusif," kata Damanik. (wis/gil)
Warga pengungsi banjir di kawasan Cililitan Kecil, Jakarta Timur, saat meminta sumbangan ke pengendara pada Selasa (6/2). (CNN Indonesia/Tutiek Apriyanti)