Hotel bintang dua berkonsep syariah itu bernama Jakarta Indah, dan tidak dilengkapi dengan fasilitas mewah. Untuk kelas VVIP hanya dilengkapi dengan kulkas, sofa ruang tamu, dan air hangat.
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media (PPM) Sekretariat Presiden Bey Machmuddin mengatakan hotel itu dipilih karena posisinya berada di tengah kota Kabupaten Dharmasraya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretariat Kepresidenan bersama Paspampres serta kepolisian dan TNI terus berkoordinasi menjaga keamanan di sekeliling hotel. Pasalnya, hotel itu terletak tepat di sisi jalan Lintas Sumatera di Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya yang ramai dilalui kendaraan logistik dan bus.
"Kamarnya tidak didekorasi, biasa saja. Di dalam kamar biasa saja, tidak boleh dibelikan yang baru," jelas Burhanudin.
Dia menjelaskan hotel yang berkonsep syariah itu memiliki harga bervariasi mulai dari Rp200 ribu untuk kelas ekonomi, kemudian Rp300 ribu untuk kelas menengah dan Rp450 ribu untuk kelas VVIP.
Untuk kelas ekonomi, pengelola hotel menyediakan kipas angin dan fasilitas kamar mandi menggunakan bak mandi serta toilet jongkok.
"Presiden juga tidak minta menu sarapan khusus. Biasa saja, kami punya nasi goreng, sop, bubur kacang hijau dan roti tawar, sama saja," jelas Burhanudin.
Burhanuddin mengungkapkan, tidak ada yang istimewa ketika hotelnya dipilih untuk menginap Jokowi. "Ya memang begini di sini, nggak ada yang lain lagi," katanya.
Jokowi dan rombongan keluar dari Hotel Kamis (8/2) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, untuk melanjutkan agenda di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Di Kabupaten Tanah Datar, Jokowi akan menyerahkan bantuan sosial dan pendidikan serta peninjauan proyek padat karya pedesaan.