Prabowo berseloroh nama-nama yang berakhir huruf o bisa menjadi presiden Indonesia.
Prabowo awalnya menyapa satu per satu pengurus dan kader Gerindra yang turut hadir dalam acara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu menyapa anggota Dewan Pembina Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri dan Hasyim Djojohadikusumo, yang juga adik kandung Prabowo.
Prabowo melanjutkan menyapa Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Ketua Harian Gerindra Moekhlas Sidik.
Ketika menyapa Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, Prabowo memulai candaannya. Dia menyebut Ferry telah memenuhi syarat menjadi presiden Indonesia lantaran namanya berakhiran huruf o.
Prabowo menyatakan, Fadli Zon juga bisa menjadi calon presiden Indonesia, namun namanya harus diubah menjadi Fadli Zono.
"Wakil Ketua Umum, Ferry Juliantono, memenuhi syarat jadi presiden RI, karena ada o-nya. Pak Fadli bisa juga, Fadli Zono," tutur dia disambut tawa para kader Gerindra.
Mantan calon Presiden 2014 itu pun melanjutkan menyapa satu per satu kadernya. Prabowo kembali melontarkan canda saat memanggil nama anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Asril Tanjung.
"Kemudian anggota DPR RI, Asril Tanjung, enggak ada o-nya, susah jadi presiden," ujarnya disambut tawa.
Ketua Dewan Pembina Gerindra itu juga berseloroh ketika memanggil Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo. Menurut dia, Edhy ketika turun ke daerah selalu mengaku anak dirinya.
"Saudara Edhy Prabowo, kalo di daerah daerah ngaku anak saya, padahal anak buah," kata Prabowo yang kembali membuat tawa para kadernya.
Prabowo juga menyapa langsung Ustaz Asrufi ID Sambo, mantan Ketua Presidium 212. Prabowo kemudian melanjutkan sambutannya. Dia masih memberikan pidatonya di acara HUT ke-10 Gerindra.
Lihat juga:Gerindra Minta Jokowi Tak Urusi Zakat PNS |
(vws)