Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut rusun hibrida hanya akan setinggi lima sampai enam lantai dan tidak memerlukan elevator atau lift.
Penyediaan air bersih dan sanitasi akan disokong oleh PT Palyja. Lokasi rusun hibdrida juga tidak akan jauh dari tempat tinggal warga sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mengklaim rencana membangun rusun hibrida adalah terobosan unik, sebab selama ini pemindahan warga ke rusun relatif jauh dari tempat tinggal awal mereka.
"Yang paling menonjol, ini tidak ada pemindahan secara terstruktur terhadap masyarakat," imbuh Sandi, tanpa menjelaskan pernyataannya itu.
Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Oswar Muadzin Mungkasa mengatakan, Pemprov DKI melibatkan sektor privat dengan menggandeng sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) bernama Human Cities Coalition (HCC) dan sebuah perusahaan cat.
Angka anggaran pembangunan masih dirumuskan dan akan memakai dana CSR. Dia menambahkan, kerja sama telah direncanakan sejak setahun lalu.
"Kalau berhasil, kita ingin ini menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia. Kita ingin menjadi center of excellence dalam menangani rumah kumuh di Indonesia," ujar Oswar. (wis/pmg)