Pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tersebut diwarnai dengan perang yel-yel antara pendukung pasangan calon Saifullah yusuf-Puti Guntur Soekarno dengan pendukung Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.
Pantauan CNN Indonesia.com di lokasi,perang yel-yel dari kedua kubu terjadi di dalam ruang rapat maupun di luar hotel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biyen pakde saiki bude (Dulu pakde sekarang bude), biyen Pakde saiki bude, Ibu Khofifah ibu e dewe (Khofifah ibu kami). Wis wayahe (sudah Saatnya) ibu Khofifah, Khofifah-Emil pilihan kita," begitu yel-yel dari kubu Khofifah-Emil terus berkumandang.
Untuk menyaingi yel-yel kubu Khofifah-Emil, para pendukung Gus Ipul-Puti yang mayoritas dari PKB dan PDIP terus meneriakkan nama jagoannya.
"Gus Ipul Mbak Puti, Gus Ipul Mbak Puti, Gus Ipul Mbak Puti, Biyen pakde saiki Gus Ipul (dulu pakde sekarang Gus Ipul)," ujar para pendukung Gus Ipul-Puti.
Khofifah Satu, Gus Ipul Dua
Dalam pengundian nomor urut calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendapat nomor urut satu, sedangkan Gus Ipul mendapat nomor dua.
"Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah dan Emil mendapatkan nomor urut 1, sedangkan Gus Ipul dan Mbak Puti mendapat nomor urut 2," tutur Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito.
Usai mendapatkan nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno langsung mengacungkan dua jarinya. Ia juga sempat berpidato dengan mengutip puisi kakeknya, Bung Karno, yang dimuat di buku Sarinah halaman 17-18 yang mencerminkan persamaan antara perempuan dan laki-laki.
Puti juga sempat meminta restu kepada masyarakat agar bisa meraih kemenangan di Pilgub Jatim.