Menurutnya, penjelasan itu penting karena MJ diduga meninggal dunia satu hari setelah ditangkap bersama istrinya yang berinisial ASN (17) oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
"Terlepas dari apakah MJ terlibat dalam jaringan terorisme atau tidak, saya menganggap Densus 88 harus terbuka terkait dengan kematian MJ," kata Dahnil dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, penjelasan ini juga penting agar proses penegakan hukum di Indonesia tetap beradab dan tidak mengulangi preseden buruk yang lahir lantaran terduga teroris Neo Jamaah Islamiyah, Siyono, meninggal setelah diduga terlibat perkelahian dengan anggota Densus 88.
Ia pun menyarankan agar pihak keluarga MJ mengambil langkah untuk mencari keadilan secara aktif, tanpa perlu takut. Menurutnya, keluarga MJ dapat membawa kasus kematian MJ ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
"Ini penting, dan polisi tidak boleh tertutup terkait dengan hal ini," ujar Dahnil.
MJ bersama istrinya ASN (17) diduga merupakan anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) binaan seorang narapidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Ali Hamka.
"Benar, saya dapat informasi itu," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).
Namun begitu, Setyo mengaku belum mengetahui informasi lebih lanjut terkait penyebab kematian MJ.