Menurut Hasto, Jawa tengah selama ini dikenal sebagai "Kandang Banteng" yang sulit untuk ditaklukkan oleh lawan.
"Menumbangkan Jateng 'Kandang Banteng' itu tidak mudah. Jangan salah, yang menjadikan Jateng Kandang Banteng bukanlah Pemimpin apalagi elit politik, tapi justru ada pada rakyat," kata Hasto saat membuka Rakerda DPD PDIP Jateng di Hotel Gumaya, Rabu (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bu Mega melihat pasangan Ganjar-Yasin itu tak ubahnya kekuatan yang telah digalang Bung Karno dimana Bung Karno lewat PNI dulu telah merangkul kekuatan Islam yakni NU dan Muhammadiyah dalam membangun Negara, Sudah pasti Jateng tetap Kandang Banteng," kata Hasto.
Terlebih, selama ini PDIP dalam proses Pilkada maupun Pilpres selalu mengedepankan mencari Pemimpin, bukan pemburu kekuasaan.
"Pak Ganjar orangnya sederhana, apa adanya. Bahkan selama menjadi Gubernur Jateng beberapa kali mendapat penghargaan dari KPK sendiri," katanya.
Menurut Hasto, berdasarkan keterangan Ganjar, jelas dia tidak menerima dan terlibat korupsi e-KTP.
"Bu Mega pun tidak pernah salah pilih, karena selama ini PDIP mencari Pemimpin bukan pemburu kekuasaan", ujar Hasto.