Pada Kamis (15/2), ada empat orang anggota BEM UI yang diberangkatkan ke Asmat. Mereka berangkat bersama tim dokter TNI.
Namun, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa tidak ikut dalam rombongan. Nama Zaadit mencuat karena ia memberi kartu kuning ke Presiden Joko Widodo saat Jokowi berpidato di UI.
Saat itu salah satu alasan pemberian kartu kuning itu lantaran masih terjadi kasus gizi buruk dan campak di Asmat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aidi mengatakan tim membawa sejumlah bantuan beruba obat-obatan, dan peralatan yang dibutuhkan oleh masyarakat di Asmat.
Aidi berharap anggota BEM UI yang ikut dapat melihat langsung kondisi masyarakat di Asmat. TNI juga berpesan agar tim rombongan menjaga kondisi kesehatan selama di sana, mengingat medan sangat berat.
"Di sana air bersih yang sulit. Tim sebelumnya, dari ACT telah mengirimkan bantuan berupa tandon air. Diharapkan mahasiswa dapat memberikan bantuan dan tenaga untuk membantu masyarakat," katanya.
Selama ini BEM UI telah menggalang dana melalui situs kitabisa.com untuk membantu masyarakat di Asmat.
Pantauan CNN Indonesia.com, di situs kitabisa.com, hingga hari ini telah terkumpul dana sekitar Rp230.898.614.
Donasi tersebut digalang oleh Ketua BEM UI Zaadit Taqwa.
"Saya bersama dengan teman-teman di BEM UI dan BEM Fakultas Se-UI melalui GABRUK! (Gerakan Asmat Bebas Gizi Buruk), sangat membutuhkan dukungan kawan-kawan sekalian untuk membantu saudara kita di Asmat, Papua," demikian keterangan di situs kitabisa.com.
Zaadit sendiri belum bisa dihubungi terkait keberangkatan anggota BEM UI tersebut. (sur)