Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, warga Tionghoa mulai berdatangan sejak pukul 08.30 WIB. Mereka langsung memanjatkan doa seraya membakar hio.
Pengelola Wihara Dharma Bakti, Tan Hadi Pranata mengatakan, wihara itu sudah dipadati warga Tionghoa sejak Kamis (15/2) malam. "Ramai sekali pas jam 12 malam menyambut Imlek," katanya pada CNNIndonesia.com. Mereka yang datang juga berdoa menyambut tahun baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Tionghoa berdoa di Wihara Dharma Bakti, Jumat (16/2). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Setiap tahun, kata Tan, warga Tionghoa rata-rata memanjatkan doa yang sama. "Pada umumnya kita berharap supaya sukses, sejahtera, usaha lancar dan terus maju," katanya.
Wihara Dharma Bakti tak hanya dikunjungi warga Tionghoa. Imas (18), seorang Muslim berjilbab, mengaku ingin melihat secara langsung kegiatan saat Imlek di wihara.
"Sebelumnya belum pernah. Ini saja bareng komunitas," kata Imas. Ia bahkan tidak sungkan berkeliling wihara menyaksikan warga Tionghoa memanjatkan doa.
Di sisi yang lain, tampak ratusan warga yang berkumpul untuk meminta angpau. Dengan busana sederhana mereka duduk beralaskan kardus atau koran. Mereka tidak semua beretnis Tionghoa. Ratusan warga itu dijaga sekitar 20 petugas.
Menurut keterangan salah satu petugas, Iyus (48) jumlah warga yang berkumpul tersebut mencapai 700-800 orang. "Dari mana-mana datang. Tamansari, Glodok, Citayam Tangerang juga ada. Dari dua hari yang lalu ke sini," katanya.
Di jalan yang dilalui warga Tionghoa disediakan kantung besar dari kain. Kantung tersebut diletakkan di atas kursi dan dijadikan tempat menampung angpau dari warga yang merayakan. Namun menurut Tan, tidak ada paksaan bagi warga Tionghoa untuk memberikan angpau.
Warga yang mengantre angpau di Wihara Dharma Bakti. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Warga Tionghoa berdoa di Wihara Dharma Bakti, Jumat (16/2). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Warga yang mengantre angpau di Wihara Dharma Bakti. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)